Rabu, 30 Oktober 2013

Pengertian Kas

Kas merupakan aktiva yang paling likuid. Merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya. Surat berharga merupakan investasi jangka pendek yang bersifat temporal, bila perusahaan memerlukan kas dengan segera dapat dijual atau di ubah dalam bentuk kas.

Kas adalah alat pembayaran yang syah di Indonesia dan barang-barang lain yang dapat segera diuangkan sebesar nilai nominalnya dan dapat digunakan untuk membayar utang jangka pendek, Dengan demikian yang termasuk ke dalam kas adalah uang kertas, uang logam, cek (segala macam cek dalam rupiah kecuali cek mundur) dan wesel pos yang diterima dari pihak lain, serta saldo di Bank yang bebas diambil (giro dan tabungan) konsep yang biasa dipakai dalam buku ajar Amerika yaitu uang kertas, uang logam, Cek, Wesel pos, simpanan di Bank dan barang barang lain yang dapat dterima di Bank sebagai setoran" tidak dapat dipakai di Indonesia karena tidak sesuai dengan praktik Bank di Indonesia.

Dibawah ini akan dikemukakan beberapa pandapat para ahli mengenai pengertian kas, antara lain:
Baridwan (2001) kas adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang, dan dapat di terima sebagai setoran ke bank dengan jumlah sebesar nominalnya, juga simpanan dalam bank atau tempat-tempat lain yang dapat di ambil sewaktu-waktu.

Agoes (2004) menerangkan bahwa menurut standar akuntansi keuangan yang dimaksud dengan kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.

Martono dan Harjito (2001) bahwa kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang memiliki sifat paling lancar (paling likuid) dan paling mudah berpindah tangan dalam suatu transaksi.

Sawair (2001) mengemukakan bahwa kas adalah seluruh uang tunai yang ada di tangan (cash on hand) dan dana ynag di simpan di bank dalam berbagai bentuk, seperti deposito dan rekening Koran. 

Sartono (2001) mengemukakan bahwa kas adalah seluruh uang tunai yang ada di tangan (cash on hard) dan dana yang di simpan di bank dalam berbagai bentuk seperti deposito, rekening Koran.

Dari defenisi di atas menerangkan bahwa kas merupakan alat tukar yang memungkinkan manajemen menjalankan berbagai kegiatan usahanya. Bahkan tidak jarang bahwa dalam kenyataan keberhasilan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya tergantung pada kemampuan menyediakan kas untuk memenuhi kewajiban financial tepat pada waktunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar